Selasa, 08 Juni 2010

KONVERSI SISTEM BARU

Adalah proses organisasional terhadap perubahan sistem informasi lama ke sistem baru
Pendekatan yang dapat dipilih :
Instalasi (konversi) langsung mengganti secara langsung sistem lama dengan sistem baru
Insalasi parallel sistem lama dan baru dijalankan secara bersamaan hingga pihak manajemen memutuskan sistem lama dapat ditutup Fungsi dari sistem lama dan baru tidak begitu berbeda Bandingkan antara hasil sistem baru dengan lama Instalasi hanya pada satu lokasi (konversi pilot) sistem dicoba dijalankan pada satu lokasi dan staf berpengalaman/senior memutuskan jika dan bagaimana sistem baru seharusnya digunakan di seluruh organisasi Sistem yang sama hendak diterapkan dilokasi yang berbeda Instalasi bertahap (phase in). Proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru dilakukan secara bertahap, dimulai dengan yang hanya memiliki satu atau lebih sedikit komponen fungsionalitas dan secara gradual berkembang hingga ke seluruh sistem.
Perubahan secara langsung, sistem baru diterapkan dan sistem lama langsung dihentikan, Perubahan secara paralel, sistem baru dijalankan bersama-sama dengan system lama, jika sistem baru tidak ada masalah maka sistem lama dihentikan pemakaiannya, Perubahan secara bertahap, perubahan system lama ke sistem baru dilakukan perjenis kegiatan setelah sistem yang baru dianggap telah ok, Perubahan secara moduler, perubahan system lama ke sistem baru dilakukan permodul (misalnya sistem penjualan, dilanjutkan system pembelian dst.) Perubahan secara terdistribusi, mirip dengan perubahan secara moduler hanya saja perubahannya meliputi berbagai lokasi/cabang.
Proses pengubahan dari sistem lama ke sistem baru. Kompleksitas dalampengconversian tergantung pada beberapa faktor al : Jenis PL, Database, Perangkat H/W, Kendali, Jaringan, prosedur.


Metode :

· Konversi langsung

· Konversi Paralel

· Konversi phase-in

· Konversi Pilot

Konversi Langsung:

· Sistem baru tidak mengganti sistem lama

· Sistem lama sepenuhnya tidak bernilai

· Sistem baru bersifat kecil/sederhana

· Rancangan sistem baru sangat berbeda dari

Konversi Paralel:

· Memberikan derajat proteksi yang tinggi dari kegagalan sistem baru

· Biaya yang dibutuhkan cukup besar

Konversi Phase-In:

· Sistem baru diimplementasi beberapa kali, sedikit demi sedikit untuk menggantikan sistem yang lama

· Sistem harus disegmentasi

· Perlu biaya tambahan untuk mengembangkan interface temporer dengan sistem lama.

· Daya terapnya terbatas, proses implementasi membutuhkan waktu yang panjang

Konversi Pilot:

· Perlunya segmentasi organisasi

· Resiko lebih rendah dibandingkan metode konversi langsung

· Biaya lebih rendah dibandingkan metode parallel

· Cocok digunakan apabila adanya perubahan prosedur, H/W dan S/W

Mengconversi File Data:

“Keberhasilan konfersi sistem sangat tergantung pada seberapa jauh profesional sistem menyiapkan pengkonversian file data yang diperlukan untuk sistem baru”


Konversi/Modifikasi meliputi :

· Format File

· Isi File

· Media Penyimpanan

Metode Dasar Konversi File :
Dapat digunakan pada ke 4 Konversi File Total metode konversi system terutama digunakan Konversi File Gradual pada metode paralel dan phase-in

Konfersi file Gradual :
Selama konversi file perlu diperhatikan prosedur kendali untuk memastikan integrasi data.
Prosedur kendali untuk masing-masing klasifikasi file berbeda.

Klasifikasi File :

· File Master

· File Transaksi

· File Index

· File tabel

· File backup


Suatu Transaksi diterima dan dimasukan ke dalam system:

· Program mencari file master baru untuk record yang akan diupdate oleh transaksi tsb, jika record tersebut ada maka pengupdatetan record selesai.

· Jika record tidak ditemukan dalam file master baru, file master lama diakses untuk record yang tepat dan ditambahkan pada file master baru dan diupdate.

· Jika Transaksi untuk record baru, record baru disiapkan dan ditambahkan ke file master baru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar